Wujudkan Tridarma di Kancah Global, Tim RG BRAINS PTEI UNY Gelar Pelatihan AI dan Chatbot di Thammislam Foundation School, Thailand

NONTHABURI — Tim dosen Research Group (RG) Biomedical, Robotics, and Artificial Intelligence System (BRAINS) dari Departemen Pendidikan Teknik Elektronika (DPTEI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan Tridarma Perguruan Tinggi ke kancah internasional. Delegasi akademisi unggulan ini menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Penugasan yang berfokus pada literasi dan pelatihan teknologi digital lanjutan di Thammislam Foundation School, Nonthaburi, Thailand, pada Rabu (22/7/2026).

Kedatangan rombongan tim dosen program studi Magister (S2) PTEI UNY tersebut disambut penuh kehangatan oleh Ketua Yayasan Thammislam beserta seluruh jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, serta staf pengajar. Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan, menandai dimulainya kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan dan teknologi informasi.

Dalam sambutannya, pimpinan Yayasan Thammislam menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif dan kehadiran tim ahli dari UNY. Pihak yayasan menggarisbawahi betapa krusialnya peran teknologi di masa depan, namun tetap menekankan integritas moral peserta didik. Penguasaan ilmu pengetahuan modern dan teknologi mutakhir harus senantiasa berjalan beriringan dengan penguatan adab, etika, serta kelurusan niat pada diri siswa agar pemanfaatan teknologi dapat membawa kemaslahatan yang luas.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Kepala Departemen PTEI UNY menegaskan bahwa kegiatan PkM internasional ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai pijakan awal yang kokoh bagi pembentukan kemitraan pendidikan yang erat, strategis, dan berkelanjutan antara Indonesia dan Thailand. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang melalui program-program turunan lainnya di masa mendatang, seperti penelitian bersama maupun pertukaran budaya dan akademis.

Fokus utama dari program pengabdian ini adalah memberikan edukasi mendalam serta pelatihan praktis mengenai pembuatan Chatbot berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi para siswa Thammislam Foundation School. Dalam sesi praktik langsung, tim dosen dan ahli AI dari UNY membimbing para siswa langkah demi langkah, mulai dari pemahaman konsep dasar machine learning, pemrosesan bahasa alami (natural language processing), hingga tahap perancangan logika percakapan chatbot yang interaktif.

Melalui pendekatan praktis ini, para siswa tidak hanya diajak menjadi konsumen teknologi, tetapi juga diajar cara menciptakan solusi digital mereka sendiri. Tim UNY memberikan pemahaman mendasar bahwa teknologi AI tidak sekadar berfungsi sebagai alat bantu belajar mandiri untuk menyelesaikan tugas sekolah, melainkan juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengasah keterampilan digital (digital skills), kreativitas, serta daya pikir kritis (critical thinking) dalam memecahkan masalah sehari-hari.

Setelah sesi pelatihan praktis bersama para siswa selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan forum diskusi interaktif yang melibatkan para pendidik dan pengelola sekolah dari kedua lembaga. Forum ini mengangkat topik strategis mengenai adaptasi dunia pendidikan modern terhadap pesatnya laju perkembangan teknologi global.

Para guru dan akademisi dari Indonesia maupun Thailand saling bertukar pandangan, pengalaman, serta praktik terbaik (best practices) terkait strategi pemanfaatan teknologi di dalam kelas. Diskusi tersebut membahas bagaimana cara mengintegrasikan perangkat digital secara bijak untuk meningkatkan daya serap dan pemahaman materi bagi siswa, sekaligus mengoptimalkan efisiensi proses evaluasi pembelajaran dan administrasi bagi para tenaga pengajar.

Melalui langkah nyata dan sinergi berkelanjutan ini, DPTEI UNY berharap kontribusi aktif para akademisinya di tingkat global dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Selain memperluas wawasan dan literasi digital bagi para siswa di Thailand, kegiatan PkM internasional ini juga diharapkan semakin memperkuat jejaring kerja sama antarnegera dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai karakter dan etika.


 

(JUN, RZK)

Indonesian