Dorong Inovasi Pembelajaran Modern, Tim Research Group BRAINS Gelar PkM Penguatan Kompetensi Guru Berbasis AI dan Smart Classroom

YOGYAKARTA — Tim dosen Research Group (RG) Biomedical, Robotics, and Artificial Intelligence System (BRAINS) dari Departemen Pendidikan Teknik Elektronika (DPTEI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat mutu pendidikan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema penguatan karakter dan kompetensi guru di era transformasi digital pada Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk membekali para pendidik agar mampu beradaptasi dan mengintegrasikan teknologi digital modern secara optimal ke dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons proaktif akademisi UNY terhadap tantangan zaman yang menuntut pergeseran paradigma pendidikan, yakni dari model kelas tradisional serba konvensional menuju ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, responsif, dan berbasis teknologi mutakhir. Dalam pelaksanaannya, program PkM ini mengusung tiga fokus kompetensi inti yang menjadi pilar utama peningkatan kapasitas para pendidik di era digital. Pilar pertama adalah pengenalan serta pemanfaatan Artificial Intelligence for Education (AI for Education). Pada pilar ini, para guru dibekali pemahaman mendalam dan pelatihan praktis mengenai pemanfaatan alat bantu berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi proses mengajar, mulai dari penyusunan modul ajar otomatis, pembuatan bahan presentasi, hingga otomatisasi evaluasi hasil belajar siswa.

Pilar kedua berfokus pada penerapan metode Interactive Learning (pembelajaran interaktif). Melalui pilar ini, tim akademisi membimbing para guru untuk memanfaatkan media digital interaktif guna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Penggunaan platform interaktif diharapkan dapat memicu rasa ingin tahu peserta didik, meningkatkan daya ingat terhadap materi, serta membangun komunikasi dua arah yang lebih hidup di dalam kelas. Sementara itu, pilar ketiga berfokus pada pengenalan dan penyediaan pemahaman komprehensif mengenai konsep Smart Classroom (ruang kelas pintar). Para peserta diajak memahami tata kelola dan transformasi ruang kelas berbasis teknologi terintegrasi, seperti penggunaan papan tulis digital, konektivitas IoT (Internet of Things) untuk media pembelajaran, serta pengelolaan kelas berbasis awan (cloud). Konsep ini dihadirkan sebagai wujud konkret modernisasi infrastruktur dan metode pembelajaran di sekolah.

Melalui pembekalan yang terstruktur dan aplikatif ini, tim dosen RG BRAINS DPTEI UNY berharap para pendidik tidak hanya bertindak sebagai pengajar materi, melainkan mampu bertransformasi menjadi perancang pembelajaran masa depan (future learning designers). Guru yang adaptif terhadap teknologi dipandang sebagai kunci utama dalam membimbing dan mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi serta menjawab tantangan global yang bergerak serba cepat. Rangkaian acara PkM diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan penyerahan modul panduan pembelajaran digital secara simbolis. Para peserta mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini karena memberikan wawasan praktis yang langsung dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing. Melalui sinergi yang berkelanjutan ini, DPTEI UNY menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para pendidik di Indonesia. UNY meyakini bahwa penguatan kompetensi digital guru merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa di masa mendatang.

 

 

(JUN, RZK)

Indonesian